Yayasan Ibnu Faried Nasir

DRI

Ponpes

Al Islam Darul Iman

Dalil Naqli tentang Ta’awun

Perintah agar manusia memiliki sikap ta’awun disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:

وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ‌ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ….

…wa ta’aa wanuu ‘alalbirri wattaqwaa, wa ta’aa wanuu ‘alal itsmi wal’udwaan, wattaqullaaha, innallaaha syadiidul ‘iqaab.

Artinya: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya”.

3 Dampak Positif Ta’awun

Upaya membiasakan bersikap ta’awun

Berkah Rezeki

Berkah Rezeki Terpenuhinya kebutuhan hidup berkat kebersamaan.

Dimudahkan urusan

Dimudahkan urusan

Persatuan

Terwujudnya persatuan dan kesatuan

"Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang sebagiannya menguatkan bagian lainnya.”

[HR. Al-Bukhari (no. 481, 2446, 6026), Muslim (no. 2585) dan at-Tirmidzi (no. 1928)]

Ta'awun Sekarang

Belomba-lomba dalam kebaikan

Meringankan beban hidup orang lain. Menutupi aibnya. Memberi bantuan kepada seseorang. Mengunjungi orang yang sedang sakit / menerima suatu musibah.

Ta'awun